PESANTREN BALI BINA INSANI

Pondok Pesantren Bali BIna Insani,

infront of Bupati's office
infront of Bupati’s office with H Abidin

DSC03021

Oka Wahyu, Shenndy Fadilla, Aeni Jamilatus Sholiha and Dwi Putri Yanis in action at 07.00

DSC03022

DSC03023

 

Alhamdulillah setelah berjuang belajar dengan keras, tim Syarhil Qur’an yang terdiri dari Oka Wahyu Sabaruddin sebagai pentausiyah, Shenndy Fadillah sebagai penterjemah dan puitisasi serta Dwi Putri Yanis sebagai tilawater yang mereka masih duduk di bangku sekolah kelas sembilan MTs Bali Bina Insani atau kelas tiga pondok pesantren bali bina insani, berhasil menggeser peserta lainnya yang sudah duduk di bangku madrasah aliyah padaa saat seleksi tingkat Kabupaten Tabanan.

 

Keberhasilan mereka tersebut disusul pula oleh rekan mereka yaitu Aeni Jamilatus Sholiha yang juga sedang duduk di kelas yang sama di bidang tilawatil qur’an tingkat remaja. Suara emas santriwati cilik pondok pesantren bali bina insani ini cukup mencengangkan.

 

Empat remaja cilik ini mewakili kabupaten dan tentu saja pondok pesantren mereka yang tercinta yaitu pondok pesantren bali bina insani menuju level selanjutnya yaitu lomba MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) tingkat provinsi Bali yang diselenggarakan di kota Gianyar. Perumahan Belega di daerah Belega -+ 15 menit perjalanan menuju kota Gianyar, tim kabupaten Tabanan di tempatkan oleh panitia di sebuah TPQ yang bernama Al Muawanah. 27 peserta beserta 8 ofisial menjadi satu, meriah, akrab, dan santai. Belega disebut oleh panitia saat perjalanan pawai ta’aruf dilaksanakan dipelesetkan menjadi Belgia.