PESANTREN BALI BINA INSANI

Subhaanallooh
wal hamdulillah
walloohu akbar
Pada hari Ahad, 18 Februari 2108 yang lalu Profesor Hamidullah Marazi Naseem Rafiabadi beserta Ibu dan seorang putranya Majid dan putrinya Aminah berkunjung ke Bali langsung dari Kashmir India.

Beliau adalah sahabat dari Profesor DR Habib Chirzin aktifis kemanusiaan, pemikir pendidik Indonesia, seorang ‘alim yang sekarang tinggal di seputaran kawasan Candi Borobudur. Beliau juga seorang dari Nadzir wakaf Yayasan Darunnajah Jakarta. Pemerhati Pondok PEsantren Pabelan dan Pondok PEsantren Darussalam Gontor Ponorogo.

Profesor Hamid sebagai ahli pendidikan namun juga seorang yang menggeluti dan menegakkan ilmu ketasawufan. Sehingga walaupun beliau sudah terbiasa ke Amerika, Turki, Saudi Arabia dan lain sebagainya. Namun Bali tetap mempesona.

Tol Bali Mandara sangat mendekatkan diri dengan alam, Puja Mandala Nusa Dua yang berdampingan di dalamnya terdapat Masjid Ibnu Batutah, gereja Protestan, gereja Katolik, Vihara dan Pura, memberikan kesan toleransi persaudaraan kemanusiaan yang sangat tinggi. Kuliner Indonesia juga sangat menyentuh rasa beliau dan keluarga. Dialog ketuhanan selalu terdengar di kendaraan. Sunset di pantai Kuta, detik demi detik, pergerakan matahari yang melambai tanda perpisahan siang menuju malam sangat mengharukan dan mempesonakan asa. Filsafat kehidupan mengiringi kegiatan beliau.

Pada hari kedua perjalanan dimulai dengan menyambut Profesor H Habib Chirzin beserta Ibu H Fauziah dan melanjutkan ke desa Pegayaman. Sholat di masjid Al Hidayah Bedugul dengan pemandangan Bukit dan danau. Kajian disampaian oleh kedua profesor di desa Pegayaman di dalam Masjid Safinatus Salam.